Minuman Isotonik dari Air Kelapa Tua dan Ekstrak Belimbing Wuluh
Latar Belakang
Halo, sobat kimia! Tahukan kalian? kalau air kelapa tua yang biasanya dibuang begitu saja dan belimbing wuluh yang jarang dilirik ternyata bisa dijadikan minuman isotonik, Lho!
Apa itu minuman isotonik? kalian tahu Pocari Sweat? atau Mizon, Isocup, Coollant dan teman-temannya? Minuman isotonik dikenal sebagai minuman elektrolit atau minuman olahraga, adalah minuman fungsional yang ditujukan untuk membantu menggantikan air, elektrolit, dan energi sebelum, saat dan khususnya setelah beraktivitas yang melelahkan. Minuman isotonik dari bahan alami ini juga cocok diminum untuk menjaga kebugaran dan cairan tubuh kamu di musim yang tidak menentu ini.
Manfaat bahan
Air kelapa tua mengandung vitamin B1, mangan, zat besi, fosfor, dan zink. Selain itu, kadar gula dalam air kelapa tua juga lebih rendah daripada air kelapa muda, dalam 250mL, atau setara dengan 1 cangkir, air kelapa terkandung 44 kalori saja. Selain itu, minuman ini juga bebas lemak.
Belimbing wuluh segar pada setiap 100 g nya mengandung air 92,9 g; vitamin C 35 mg; dan fosfor 13 mg. Selain itu, dalam belimbing wuluh juga terdapat kandungan triterpenoid yang berfungsi mencegah diabetes dan iritasi kulit.
Cara pembuatan
Lalu, bagaimana ya sobat cara membuat minuman isotonik dari air kelapa tua dan belimbing wuluh? Mari simak tahap-tahap pembuatan berikut ini.
Membuat Ekstrak Belimbing Wuluh
Pertama-tama, siapkan buah belimbing wuluh segar sebanyak 800 g lalu bersihkan menggunakan air yang mengalir. Kemudian potong-potong buah belimbing tersebut dan masukkan kedalam blender untuk dihancurkan. Belimbing yang sudah hancur kemudian disaring menggunakan penyaringan kasar (penyaring tepung) untuk memperoleh ekstrak belimbing wuluh. Hasil ekstraksi dari belimbing wuluh sebanyak 800 g kurang lebih 400 ml.
Menyiapkan Air Kelapa Tua
Siapkan 5 buah kelapa tua (kadar air kelapa per butirnya sekitar 250 mL). Pisahkan air kelapa tua dari buahnya sebanyak 1000mL kemudian saring menggunakan penyaringan kasar (penyaring tepung).
Penambahan Gula ke dalam Air Kelapa
Air kelapa tua yang telah disiapkan kemudian ditambahkan gula pasir (sukrosa) sesuai dengan standar konsumsi gula sehari-hari menurut World Health Organization (WHO) sebanyak 6-7% dalam 100 ml (26 kkal/100 ml) atau 10% dari total energi. Penambahan gula kedalam air kelapa tua berfungsi untuk menggantikan gula alami yang hilang akibat umur kelapa. Aduk hingga tercampur merata.
4. Penambahan Ekstrak Belimbing Wuluh
Ekstrak belimbing wuluh yang telah dibuat sebanyak 400 mL kemudian ditambahkan kedalam air kelapa tua yang sudah ditambahkan dengan gula pasir. Penambahan ekstrak belimbing wuluh pada minuman isotonik berfungsi sebagai penambah nilai gizi dan juga dapat mencegah diabetes
5. Sterilisasi Dengan Penyaringan Bertingkat (Mikrofiltrasi) Meliapore 0.5-0.1 Mikron
Produk minuman isotonik disterilisasi dengan menggunakan penyaringan filtrat meliapore 0,5 mikron ke 0,1 mikron. Penggunaan filtrat meliapore 0,5 berfungsi untuk menghilangkan kotoran (partikel) yang terdapat pada minuman dan filtrate 0,1 berfungsi untuk menghilangkan mikroba patogen yang terdapat pada lingkungan sekitar pembuatan minuman isotonik.
Proses pembotolan dilakukan setelah produk di sterilisasi, botol yang digunakan sebanyak kurang lebih 10 buah yang terbuat dari plastik yang sudah di sterilisasi menggunakan alkohol 95% kemudian dikeringkan di Laminar Flow agar botol tetap steril. Pembotolan bertujuan agar tampilan produk lebih menarik dan bertahan lama. Setelah proses pembotolan maka, produk dilakukan uji sesuai standar
Nah, bagaimana sobat kimia? cukup mudah bukan untuk membuat minuman isotonik alami dengan memanfaatkan air kelapa tua dan ekstrak belimbing wuluh?
Saran penyimpanan
Setelah kita mengetahui cara pembuatannya, langkah selanjutnya yang tak kalah penting adalah saran penyimpanan. Meskipun minuman isotonik yang telah kita buat telah melalui tahap sterilisasi dan dalam kemasan (pembotolan). Namun, alangkah baiknya kita tetap harus ‘concern’ terhadap penyimpanannya sobat.
Tahukah sobat sekalian? faktor penyimpanan sebelum dikonsumsi memegang peranan penting pada suatu produk, terutama produk makanan dan minuman. Hal ini disebabkan pada penyimpanan produk sebelum dikonsumsi akan memengaruhi masa simpan produk agar menjadi lebih lama dengan mutu yang tetap baik. Berikut akan admin spill untuk para sobat kimia terkait cara yang harus dilakukan agar penyimpanan produk berlangsung dengan baik.
Yang harus dilakukan para sobat kimia adalah dengan melakukan pengendalian suhu selama penyimpanan. Menurut Winaryo (2002) dalam bukunya yang berjudul Kimia Pangan dan Gizi, ada tiga cara penyimpanan dingin berdasarkan perbedaan suhu, yaitu penyimpanan pada suhu kamar (26-28°C), penyimpanan pada suhu rendah (5-10°C) dan penyimpanan pada suhu beku (di bawah suhu 0°C). Semakin rendah suhu penyimpanan maka daya simpannya akan bertambah lama.
Jika sobat kimia ingin menyimpannya dalam jangka waktu panjang, sobat bisa menambahkan natrium benzoat ke dalam minuman isotonik ini sebelum proses pembotolan. kadar penambahan pengawet yang aman menurut FDA adalah masimal 0,1 % per berat makanan maupun minuman.
Manfaat
Setelah dilakukan uji kelayakan, berdasarkan uji pH, kelarutan padatan, kandungan asam, visualisasi dan organoleptik, resep minuman isotonik air kelapa tua dan ekstrak belimbing wuluh ini memenuhi kriteria standar minuman isotonik. Maka manfaat minuman ini sama dengan minuman isotonik pada umumnya sobat. Namun tentunya minuman isotonik ini menggunakan bahan yang mudah ditemukan sehari-hari dan mencegah limbah serta kesia-siaan bahan, Sob.
Referensi:
J Langkong, Sukendar KN, Ihzan Zulfikar. (2018). Studi Pembuatan Minuman Isotonik Berbahan Baku
Air Kelapa Tua (Cocos Nicifera L) Dan Ekstrak Belimbing Wuluh (Avverhoa Bilimbi L)
Menggunakan Metode Sterilisasi Non-Thermal Selama Penyimpanan.Jurnal Agrtech
Unhas, 53-62. Diakses 11 September 2023.
Nurzak, A. N. (2021). Review Article Formulasi Pembuatan Minuman Isotonik Berbahan Baku Air
Nira Pohon Aren (Arenga Pennata Merr.) Dan Sari Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa
Bilimbi L.) . Jurnal Medika Hutama,2 (03 April), 934-939. Dilihat dari
https://jurnalmedikahutama.com/index.php/JMH/article/view/192.
Diakses 11 September 2023.
Winarno. (2002). Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar